Google

Tampilkan postingan dengan label psa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2009

Benign Prostatic Hiperplasia (BPH)

Penyakit pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hiperplasia adalah penyakit yang umum diderita oleh kaum laki-laki karena prostat hanya dimiliki oleh laki-laki dimana kelenjar prostat membesar dan menyempit sehingga menimbulkan rasa sakit dan susah buang air kecil. Prostat adalah kelenjar yang dimiliki oleh laki-laki dan terletak dileher kandung kemih dan mengelilingi pangkal saluran kemih yang melewatinya.

Adapun gejala pembesaran prostat adalah:
  1. Kencing terlalu sering kadang tergesa-gesa hingga menetes dengan sendirinya, biasanya paling sering pada malam hari (nocturia)
  2. Pancaran kencing yang lemah
  3. Ada perasaan tidak tuntas setelah kencing
  4. Saat kencing kadang harus menunggu beberapa saat sebelum keluar (hesitensi) dan saat kencing harus dibantu dengan mengeden
  5. Kencing terputus-putus
  6. Kencing tidak terasa keluar sendiri karena kandung kemih yang penuh (over flow inkontinensia)
  7. Pada keadaan parah sama sekali tidak bisa kencing (retensi urin)

Tindakan yang dilakukan oleh dokter adalah :
  1. Menilai seberapa berat gejala yang dialami oleh pasien dengan alat symptom skor yang berbentuk beberapa pertanyaan.
  2. Melakukan pemeriksaan colok dubur untuk menilai besarnya prostat dan konsistensi serta kemungkinan adanya kelainan pada prostat dan kekenyalan dari otot anus (dubur)
  3. Jika ada fasilitas akan dianjurkan untuk diperiksa kualitas pancaran air kencing dengan alat uroflowmeter serta diukur sisa urin pada kandung kemih setelah itu dengan USG.
  4. Periksa darah di laboratorium yaitu kreatinin dan PSA (prostat spesific antigen) dan kultur urin bila perlu.
Nilai normal dari PSA adalah kurang lebih 4 ng/ml, jika merujuk standar WHO nilai PSA lebih dari 10 ng/ml patut dicurigai adanya keganasan prostat, untuk memastikan perlu dilakukan tindakan biopsi prostat. Untuk nilai PSA antara 4-10 ng/ml biopsi prostat diperlukan bila nilai perbandingan PSA / volume prostat (PSA density/ PSAD) >0,15.
Tidak semua pembesaran prostat harus dioperasi, untuk gejala yang ringan dan tidak ada komplikasi ataupun kelainan yang mengganggu fungsi ginjal dan berkemih maka prostat masih bisa diterapi dengan obat-obatan.
Saat ini operasi yang terbaik adalah mengeruk prostat melalui kandung kemih dengan alat endoskopi yang dikenal sebagai Transurethtral Resection Prostat (TURP) sehingga saluran urethra pars prostatica terbuka kembali. Operasi terbuka dilakukan hanya pada keadaan prostat yang besar sekali atau disertai batu kandung kemih atau ada penonjolan berupa kantung tambahan (divertikel) yang besar dari kandung kemih. Tehnik lainnya berupa LASER dan termoterapi yang masih terbatas penggunaannya.

Pencegahan yang sangat dianjurkan yaitu :
  1. Hindari kebiasaan menahan buang air kecil
  2. Rajin olah raga (senam dan aerobic)
  3. Banyak mengkonsumsi buah-buahan (melon, semangka, tomat) usahakan dijus
Demikian sekilas penjelasan mengenai Benign Prostartic Hiperplasia, semoga bermanfaat.